Sejarah bunga tulip di Belanda

7169 Pandangan

Sejarah bunga tulip di Belanda

Awalnya, bunga tulip dibudidayakan pada masa Kekaisaran Ottoman (Turki), dan kemudian masuk ke Belanda pada abad keenam belas. Setelah Carolus Clusius menulis buku besar bertemakan bunga tulip pada tahun 1592, bunga tulip menjadi sangat popular, sehingga menyebabkan kebun bunganya diserang dan bibit-bibit bunga tulip miliknya dicuri secara teratur. Seiring dengan berkembangnya Zaman Keemasan Belanda, begitu pula bunga yang bulat dan berwarna warni ini. Bunga tulip menjadi obyek lukisan dan festival yang digemari. Pada pertengahan abad ketujuh belas, bunga tulip menjadi sangat populer, sampai-sampai menyebabkan kegoncangan ekonomi untuk pertama kalinya, yang dikenal sebagai Demam Tulip/"Tulip Mania" (tulipomania). Banyaknya masyarakat yang memborong tulip telah menyebabkan harga tulip menjadi sangat mahal, sampai-sampai tulip berfungsi sebagai uang, sampai pada akhirnya pasar bunga tulip mengalami kejatuhan.

Baca Selengkapnya

Awalnya, bunga tulip dibudidayakan pada masa Kekaisaran Ottoman (Turki), dan kemudian masuk ke Belanda pada abad keenam belas. Setelah Carolus Clusius menulis buku besar bertemakan bunga tulip pada tahun 1592, bunga tulip menjadi sangat popular, sehingga menyebabkan kebun bunganya diserang dan bibit-bibit bunga tulip miliknya dicuri secara teratur. Seiring dengan berkembangnya Zaman Keemasan Belanda, begitu pula bunga yang bulat dan berwarna warni ini. Bunga tulip menjadi obyek lukisan dan festival yang digemari. Pada pertengahan abad ketujuh belas, bunga tulip menjadi sangat populer, sampai-sampai menyebabkan kegoncangan ekonomi untuk pertama kalinya, yang dikenal sebagai Demam Tulip/"Tulip Mania" (tulipomania). Banyaknya masyarakat yang memborong tulip telah menyebabkan harga tulip menjadi sangat mahal, sampai-sampai tulip berfungsi sebagai uang, sampai pada akhirnya pasar bunga tulip mengalami kejatuhan.

Bunga Tulip di Belanda dan luar negeri

Saat ini, Belanda masih dikenal karena bunga tulipnya dan juga bunga-bunga lainnya, sehingga seringkali disebut sebagai "toko bunga dunia." Bunga tulip dibudidayakan di ladang luas berwarna indah, dan festival bunga tulip  diadakan dimana-mana di seluruh negeri pada musim semi. Masyarakat Belanda membawa serta cinta mereka terhadap bunga tulip saat mereka menetap di luar Belanda, sehingga bunga tulip dan festival bunga tulip saat ini dapat ditemukan di New York (yang dahulu bernama New Amsterdam) dan Belanda, Michigan, dimana keterkaitan dengan akar Belanda mereka sangatlah kuat.

Berkeliaran di antara bunga tulip

Di Kop van Noord-Holland, Anda akan menjumpai jutaan bunga tulip, hyacinth dan bunga-bunga lainnya, yang mengubah pemandangan menjadi lautan berwarna-warni. Festival Tulip diselenggarakan setiap tahun di Noordoostpolder. Diadakan di tengah ladang tulip, festival bunga ini berlangsung mulai akhir bulan April sampai awal bulan Mei. Pasar bunga dan kebun terdapat dimana-mana. Aalsmeer, yang terletak dekat Amsterdam menjadi tuan rumah penyelenggaraan lelang bunga terbesar di dunia, yang sangat layak untuk Anda lihat. Jika Anda hanya ingin berkeliling di taman, pastikan Anda mengunjungi Keukenhof, yang merupakan taman bunga terbesar di dunia. Keukenhof terletak di sebelah selatan kota Harlem, dan Anda mungkin akan mengenalinya (jika Anda pernah melihat gambar ladang tulip,  itu mungkin Keukenhof). Festival tulip kerap dimasukkan dalam paket-paket perjalanan dan tur kelompok, dan kebanyakan taman tulip terletak di jalan-jalan yang  mudah diakses dengan transportasi publik.

Bunga tulip

Dahulu, pernah ada bunga yang tidak dapat tumbuh dimanapun. Dari pegunungan di Kazakhstan, bunga tulip mengembara hingga sekitar Persia, Cina dan Turki.

Baca Selengkapnya

Jelajahi Belanda

Belanda dipenuhi dengan ikon-ikon yang terkenal di dunia.

Baca Selengkapnya